Pembangunan Kegiatan Energi Secara Tertutup, Ketinggalan Zaman

By Admin

nusakini.com-- Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan menyatakan pembangunan kegiatan energy harus sebensar-besarnya membawa manfaat bagi masyarakat. Karena itu pembangunan kegiatan di bidang energy, apakah itu pengelolaan gas, atau eksploitasi minyak sebaiknya dibangun terbuka tidak tertutup seperti di Bontang dan Arun.

“Kalau saya lihat Bontang, di Arun dari dulu itu kalau bangun, bangunnya tertutup (encrypt). Jadi masyarakat setempat itu dianggap outsided, dianggap alien. Kalau saya tidak boleh. masyarakat setempat harus terlibat, mau jualan rotikah mau apakah mereka harus terlibat,” ujar Ignasius Jonan usai serah terima Jabatan Menteri ESDM dari Plt. Menteri ESDM, Luhut Binsar Pandjaitan, Senin (17/10). 

Pembangunan secara tertutup itu menurut Jonan, sudah ketinggalan zaman maka sebaiknya pembangunan kegiatan energy dilakukan secara terbuka agar masyarakat dapat mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya. “Pembangunan encrypt ini menurut saya sudah ketinggalan zaman. Saya kalau mau bangun misalnya Blok Masela kan sudah diputuskan onshore maka masyarakat harus setempat harus menikmati benefit-nya, kalau tidak, terus maunya apa, kaya negera sendiri aja, ini yang menurut saya harus diperhatikan dan diperbaiki,” ujar Jonan.  

Menyinggung masalah program lainnya yang akan dijalankan di Kementerian ESDM, Jonan mengatakan, akan melaksanakan capacity building melengkapi program-program prioritas yang akan seperti, program 35.000 MW dan target rasio elektrifikasi tahun 2016 sebesar 90,15% di sektor ketenagalistrikan, pembaruan teknologi dan cost recovery yang berkeadilan di sektor minyak dan gas bumi dan kewajiban pembangunan smelter di sektor mineral dan batubara.  

“Peningkatan capacity building akan menjadi fokus kami. Capacity building itu menjadi hal yang sangat amat penting dan saya sangat berharap Kementerian ini benar-benar menjadi Kementerian teknis yang paham teknis,” ujar Jonan.(p/ab)